Press "Enter" to skip to content

Periksa Kehamilan Agar Ibu Selamat dan Bayi Sehat

Ahmad Yusuf 0
Bagikan Artikel Ke:

Periksa kehamilan atau dalam dunia medis disebut antenatal care (ANC) merupakan suatu upaya pencegahan dari program pelayanan kesehatan di bidang obstetri yang dilakukan untuk luaran keadaan ibu dan bayi dengan serangkaian kegiatan pemeriksaan dan kontrol rutin selama masa kehamilan.[1]Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta:PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Bagi ibu hamil pemeriksaan ini wajib dilakukan guna mendeteksi dini jika ada risiko komplikasi selama kehamilan seperti anemia, panggul sempit, preeklampsia, dan lain-lain. Tujuan utama dari kunjungan antenatal adalah untuk memantau dan menjaga kondisi ibu dan janin agar tetap sehat dan selamat selama kehamilan hingga setelah persalinan ibu dan anak. Selain itu pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila ada kelainan pada ibu dan janin serta penyulit saat persalinan.

Anjuran Waktu Periksa Kehamilan

Ketika terlambat datang bulan, maka segera datang ke dokter atau bidan. Periksa kehamilan minimal dilakukan 4 kali selama masa kehamilan dengan pembagian kunjungan sebagai berikut:[2]Kemenkes, R.I. 2016. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kemenkes RI dan JICA
– 1 kali pada usia kandungan dibawah 3 bulan,
– 1 kali usia kandungan 4 – 6 bulan
– 2 kali saat usia kandungan 7 – 9 bulan

Beberapa Jenis Pemeriksaan yang Dilakukan selama Kehamilan[3]PMK No. 97 tentang Pelayanan Kesehatan Kehamilan

Periksa Kehamilan Agar Ibu Selamat dan Bayi Sehat Lensa Sehat
Gambar: Freepik
  1. Timbang Berat Badan setiap kunjungan dan Ukur Tinggi badan sekali
    Penting untuk diketahui jika tinggi badan kurang dari 145cm, maka sang ibu memiliki faktor risiko panggul sempit, biasanya sulit melahirkan secara normal dan dilakukan dengan operasi caesar. Usia kehamilan sejak bulan ke-4 maka pertambahan BB paling sedikit 1 kg/bulan
  2. Ukur Tekanan Darah (Tensi)
    Tekanan darah normal setiap orang yaitu 120/80mmHg. Jika tensi lebih besar atau mencapai 140/90mmHg, ada faktor risiko hipertensi dalam kehamilan atau preeklampsia.
  3. Ukur Lingkar Lengan Atas (LILA)
    Jika ukuran LILA kurang dari 23,5cm menunjukkan bahwa ibu hamil menderita Kurang ENergi Kronis dan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).
  4. Ukur Tinggi Rahim atau Tinggi Fundus Uteri
    Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan janin apakah sesuai dengan usia kehamilan.
  5. Tentukan Letak Janin (presentasi janin) dan Hitung Denyut Jantung Janin
    Ketika kehamilan trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau kepala belum masuk panggul, bisa jadi ada kelainan letak atau ada masalah lain. Bila denyut jantung janin kurang dari 1200 kali/menit atau lebih dari 160 kali/menit mengindikasikan ada tanda Gawat Janin, sebaiknya segera rujuk
  6. Tentukan Status Imunisasi Tetenus Toksoid (TT)
    Pada kehamilan pertama, dokter akan menyarankan ibu hamil minimal 2 kali suntik vaksin tetanus dengan selang waktu pemberian 4 minggu, sedangkan jarak suntikan ke-2 dan ke-3 yaitu 6 bulan. Apabila ibu hamil belum pernah melakukan vaksin tetanus sebelumnya atai riwayat vaksin tidak diketahui maka perlu diberikan sebanyak 3 kali.
  7. Pemberian Tablet Tambah Darah
    Agar ibu hamil terhindar dari anemia maka sejak awal kehamilan minum 1 tablet tambah darah setiap hari minimal selama 90 hari. Tablet tambah darah dikonsumsi pada malan hari agar mengurangi rasa mual.
  8. Lakukan Tes Laboratorium
    • Golongan darah guna mempersiapkan sediaan donor darah bagi ibu hamil bila diperlukan.
    • hemoglobin untuk mengetahui apabila ibu kekurangan darah (anemia).
    • Urine (air kencing) dilakukan pada trimester ke-2 dan ke-3 sesuai indikasi. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah untuk mengetahui proteinuria yang menjadi salah satu indikator terjadinya preeklampsia pada ibu hamil.
    • Deteksi HIV, sifilis, dan jika di daerah endemis diperlukan pemeriksaan malaria.
  9. Konseling atau Penjelasan
    Melakukan konseling atau edukasi mengenai perawatan kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi menyusu dini (IMD), nifas, perawatan bayi baru lahir, ASI ekslusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI), pemilihan KB dan Imunisasi pada bayi. Konseling akan dilakukan secara bertahap pada ketika kunjungan ibu hamil.
  10. Tatalaksana atau melakukan Pengobatan
    Jika ditemukan masalah atau komplikasi kehamilan pada ibu berdasarkan hasil pemeriksaan antenatal dan laboratorium, maka akan diberikan penanganan dan pengobat untuk mengatasinya.

Selain itu, dengan ketersediaan alat untuk periksa kehamilan berupa alat radiologi dan kompetensi dokter memadai di fasilitas kesehatan seperti USG sangat membantu untuk mengukur perkiraan berat bayi atau usia kehamilan dan melihat kondisi janin apakah ada kelainan. Pemeriksaan USG minimal dilakukan 3 kali selama masa kehamilan yaitu pada trimestes pertama, kedua dan ketiga masing-masing satu kali. Kelebihan dari USG adalah dapat mengetahui jenis kelamin dan posisi bayi.

Saran dan tips agar Ibu selamat dan Janin sehat

Periksa Kehamilan Agar Ibu Selamat dan Bayi Sehat Lensa Sehat
Gambar: Freepik
  • Periksa kehamilan atau kunjungan antenal rutin dan sesuai jadwal
  • memerhatikan kebutuhan makan sehat dan bergizi karena selama masa kehamilan kebutuhan makanan dapat meningkat dari biasanya untuk sang ibu dan janin agar tumbuh kembang baik,
  • minum air putih yang cukup,
  • konsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dari dokter,
  • lakukan olahraga ringan secara rutin,
  • pastikan istirahat yang cukup,
  • hindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya stress.
  • Jaga Kebersihan diri dan hindari hewan peliharaan seperti kucing yang bisa menjadi sumber infeksi bagi bumil.
  • Bagi bumil yang sudah memiliki riwayat penyakit sebelum kehamilan seperti tekanan darah tinggi, Diabetes, dll sebaiknya konsultasi sedini mungkin dengan dokter karena bisa mengacam ibu dan janin serta penyulit saat persalinan
  • Bagi Ibu yang pertama kali hamil lakukan konseling tentang persalinan dan inisiasi menyusui dini, nifas, perwatan bayi baru lahir, Pemberian ASI eksklusif dan MPASI, dan keluarga berencana serta imunisasi pada bayi.

Sekian dulu sobat lensa sehat, selanjutnya bahas mengenai apa ya? Silahkan tinggalkan komen dibawah. Jika artikel ini bermanfaat silahkan like dan share agar keluarga terdekat dapat menjaga kehamilan. Terima kasih.

Daftar Pustaka[+]

Bagikan Artikel Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *