Press "Enter" to skip to content

Lakukan 8 Tindakan Awal Saat Anak Kejang Demam

Ahmad Yusuf 0
Bagikan Artikel Ke:

Ketika bayi atau anak kejang demam pasti akan membuat ayah maupun bunda khawatir, apalagi hal tersebut terjadi pada pengalaman baru anak pertama. Makanya penting setiap orang tua mengenali tanda dan pertolongan pertama yang mesti diberikan jika terjadi kejang demam. Tanda gejala yang terjadi pada saat anak kejang, yaitu mata terbuka lebar-lebar atau memelotot, kaku-kelojotan, dan lidah tergigit, tentu membuat orang tua panik. Apakah kejang demam berbahaya? Simak penjelasan lensa sehat berikut

Definisi kejang demam

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada anak dengan kenaikan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius yang terjadi disebabkan oleh proses di luar otak (ekstrakranium). Sebagian besar anak mengalami kejang demam terjadi pada umur 6 bulan hingga 5 tahun.[1]Ikatan Dokter Anak Indonesia. Unit Kerja Koordinasi Neurologi. Konsensus penatalaksanaan kejang demam. Badan Penerbit IDAI 2006 Ciri khas kejang demam adalah anak mengalami demam terlebih dahulu kemudian terjadi kejang, pada saat kejang suhu tubuh masih di atas 38 derajat celsius, dan kesadaran anak kembali setelah kejang berhenti.

Macam – macam Kejang Demam

Kejang demam dibagi menjadi dua, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Terdapat perbedaan diantara kedua jenis kejang demam,berikut penjelasan:

Kejang demam sederhana terjadi dalam waktu yang singkat kurang dari 15 menit dan pada umumnya berhenti dengan sendirinya. Bentuk kejang umum tonik dan atau klonik, tanpai disertai gerakan fokal. Kejang ini tidak berulang dalam waktu 24 jam. Persentase kejadian kejang demam sederhana 80% diantara seluruh kejang demam.

Dikatakan anak mengalami kejang kompleks jika terjadi salah satu tanda yaitu bila anak mengalami kejang lebih dari 15 menit, kejang fokal(parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial, kejang berulang atau lebih dari satu kail dalam waktu 24 jam. [2]Arief RF. 2015. Penatalaksanaan Kejang Demam. Cermin Dunia Kedokteran. 42(9).

Penyebab anak kejang demam

Karena kejang demam harus diawali dengan demam terlebih dahulu yang terjadi secara mendadak akibat infeksi. Demam dapat disebabkan infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi pada saluran pencernaan atau pernapasan atas. Penyebab kejang demam belum diketahui secara pasti kenapa tidak semua anak yang terkana demam hanya sebagian saja yang mengalami kejang namun diduga ada faktor genetik yang berperan. Ambang kejang berbeda pada setiap anak, ada yang kejang pada suhu 38 derajat Celsius, ada pula yang baru mengalami kejang pada suhu 40 derajat Celsius. 

Gejala Bila Anak Kejang Demam

Umumnya kejang demam akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 5 menit dan kejang demam tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam. Sebagian besar kejang demam adalah kejang umum. Bentuk kejang umum yang sering ditemukan adalah kedua tangan dan kaki kaku, mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip, terkadang diikuti kelojotan, dan saat kejang anak dalam keadaan tidak sadar tidak memberi respons apabila dipanggil atau diperintah. Setelah kejang terjadi anak sadar kembali.

Lakukan 8 Tindakan Awal Saat Anak Kejang Demam Lensa Sehat
sumber: www.stepwards.com

Tindakan awal yang harus dilakukan bila anak kejang

Usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut jika melihat anak kejang,:

  1. Minta pertolongan pada orang lain agar dapat membantu dalam melakukan pertolongan pertama pada anak.
  2. Baringkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah.
  3. Baringkan anak dalam posisi miring agar minuman, makanan, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak.
  4. Hindari memasukkan sesuatu ke dalam mulut anak. Memasukkan sendok, kayu, jari orangtua, atau benda lainnya ke dalam mulut.
  5. Jangan memberi minum anak yang sedang kejang karena berisiko menyebabkan minuman tersebut masuk ke dalam saluran napas.
  6. Jangan menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan tenaga yang besar secara paksa karena dapat menyebabkan patah tulang.
  7. Amati setiap apa yang terjadi saat anak kejang seperti durasi kejang(berapa menit), frekuensi kejang, apakah anak tidak sadar setelah kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.
  8. Apabila anak pernah mengalami kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan memberikan orangtua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur serta cara dan aturan penggunaannya. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, obat tersebut bisa diberikan sesuai petunjuk dari dokter.

Cara mencegah kejang demam

Pencegahan kejang demam yang pertama dilakukan dengan menurunkan suhu tubuh apabila anak mulai demam dengan kain kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu atau plester yang digunakan untuk kompres demam. Hal lain dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol. Hindari memberikan obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat, karena obat tersebut tidak cocok untuk anak dan dapat menyebabkan efek samping serius pada anak. Tetap menjaga pemenuhan asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak agar sistem kekebalan anak terbentuk dengan baik.

Karena kebiasaan orang tua hanya meraba dengan tangan untuk menentukan apakah benar anak sedang demam maka disarankan agar orang tua memiliki termometer di rumah dan mengukur suhu anak ketika sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan pada suhu berapa kejang demam timbul dan apakah anak benar mengalami demam. Pada kondisi tertentu pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang.

Kapan orangtua perlu khawatir?

Tidak semua kejang yang disertai demam adalah kejang demam. Apabila terjadi kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun, maka perlu pertimbangkan penyebab kejang lainnya, misalnya epilepsi atau radang otak. Jika setelah kejang anak tidak segera sadar kembali, tidak dapat mengadakan respon dengan baik, atau lebih banyak tidur , dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain, terutama apabila ada pada radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis). Evaluasi lebih lanjut juga diperlukan apabila anak mengakami kejang beberapa kali atau pernah kejang tanpa demam sebelumnya

Walaupun tampak menakutkan, umumnya kejang demam tidak berbahaya, tidak merusak otak, tidak mengganggu kecerdasan anak, dan akan menghilang sendiri seiring bertambahnya usia. Dengan demikian, orang tua tidak perlu terlalu khawatir apabila buah hatinya mengalami kejang demam, asalkan kejang demam tertangani dengan baik. Dan apabila kejang demam berulang dan lebih dari 5 menit segera periksakan anak ke dokter terdekat.

Sekian dulu sobat lensa sehat, selanjutnya bahas mengenai apa ya? Silahkan tinggalkan komen dibawah. Jika artikel ini bermanfaat silahkan like dan share . Terima kasih.

Sumber: IDAI – Kejang Demam

Daftar Pustaka[+]

Bagikan Artikel Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *